inilah saat kita bersin
kalo ini pas air menetes
tambahan nih :
Jumat, 03 Desember 2010
Slow Motion
Labels: Unique
Posted by Fauzi Novaldy at 23.33 0 comments
Kamis, 02 Desember 2010
Back to Bandung
Hai semua. gw bakal ceritain pengalaman gw. So, back to past!
Labels: Experience
Posted by Fauzi Novaldy at 06.53 0 comments
Selasa, 30 November 2010
SS2 Pindad
Specifications | |||
Pindad Code | SS2-V1 | SS2-V2 | SS2-V4 |
|---|---|---|---|
NSN | - | - | - |
Calibre | 5.56 X 45 mm | 5.56 X 45 mm | 5.56 X 45 mm |
Barrel Length | 460 | 403 | 460 |
Overall Length | |||
Butt Extended | 990 | 920 | 990 |
But Folded | 740 | 670 | 740 |
Weight | |||
With Empty Magazine | 3.4 kg | 3.2 kg | 4.2 kg |
Cyclic Rate of Fire | 675 - 725 rpm | 675 - 725 rpm | 675 - 725 rpm |
Mode Firing | Single, Full Auto, Safe | Single, Full Auto, Safe | Single, Full Auto, Safe |
Sight | Mechanical Sight | Mechanical Sight | Optical Sight |
Max Effective Range | 500 m | 400 m | 600 m |
Finishing | Black / Gray | Black / Gray | Black / Gray |
Pada lomba AASAM 2010, TNI AD mengirim 10 atlit petembak dan 5 official. Para Petembak merupakan prajurit-prajurit yang dipilih secara selektif dan dibekali berbagai materi tentang kemampuan menembak. Kontingen TNI AD dipimpin oleh Letkol. Inf. Budiman Danyonif Linud 328/Kostrad.
Keberhasilan kontingen Indonesia menjadi juara umum untuk kedua kalinya selain didukung oleh kemampuan dan kesiapan tim petembak TNI AD juga didukung oleh kualitas dan kehandalan senjata produksi PT. Pindad (Persero), senapan serbu SS2 - V4. Hal ini merupakan suatu pencapaian prestasi yang membanggakan bagi TNI AD khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Lomba AASAM merupakan ajang lomba tembak antar Angkatan Perang berskala internasional yang diikuti oleh negara – negara dikawasan Asia Pasifik, Eropa dan negara - negara Persemakmuran. AASAM diselenggarakan sejak tahun 1984 dan tahun ini diikuti oleh 10 negara yaitu Australia, Brunei, Indonesia, Singapura, Thailand, Philipina, Papua New Guinea, East Timor, Perancis dan Kanada.
Sumber : www.pindad.com
Posted by Fauzi Novaldy at 06.35 0 comments
XM8 Assault Rifle
XM8 Lightweight Assault Rifle (USA)
![]()
XM8 rifle in basic infantry configuration, as displayed in January, 2004, at the ShotShow-04 in USA
![]()
XM8 rifle in "automatic rifle" (light machine gun) configuration. Notelonger barrel and folded bipods under the forearm
![]()
XM8 rifle in "sharpshooter" (parasniper) configuration. While sightlooks similar to red-dot, mounted on other variants, it is of 3.5X magnification; spare magazine is clamped to the right side of the magazine inserted into the rifle.
![]()
XM8 rifle in Compact (SMG / PDW) configuration, with shortened barrel.
Caliber: 5.56x45 mm NATO
Action: Gas operated, rotating bolt
Overall length: 838 mm in basic configuration, butt extended
Barrel length: 318 mm in basic configuration; also 229 mm in Compact and508 mm in Sharpshooter and SAW versions
Weight: 2.659 kg empty in basic configuration
Rate of fire: ~ 750 rounds per minute
Magazine capacity: 30 rounds (STANAG) or 100-rounds double drum inAutomatic Rifle/SAW role
The development of the XM8Lightweight Assault Rifle was initiated by US Army in the 2002, when contractwas issued to the Alliant Techsystems Co of USA to study possibilities ofdevelopment of kinetic energy part of the XM29 OICW weapon into separate lightweight assault rifle, which could, in the case of success,replace the aging M16A2 rifles and M4A1carbines in US military service. XM8 is being developed by the Heckler-Koch USA,a subsidiary of famous German Heckler-Koch company. According to the present plans, the XM8 should enter full production circa 2005, if not earlier, several years before the XM29OICW. The XM8 (M8 after its official adoption) should become a standard next generation US forces assault rifle. It will fire all standard 5.56mm NATO ammunition, and, to further decrease the load on the future infantrymen, a new type of 5.56mm ammunition is now being developed. This new ammunition will have composite cases, with brass bases and polymer walls, which will reduce weight of the complete ammunition, while maintaining compatibility with all 5.56mm NATOweapons. Along with 20% weight reduction in the XM8 (compared to the current issue M4A1 carbine), this will be a welcome move for any infantryman, already overloaded by protective, communications and other battle equipment.
The XM8 will be almost similar to the "KE" (kineticenergy) part of the XM29 OICW system, being different mostly in having a telescoped plastic buttstock of adjustable length, and a detachable carrying handle with the sight rail.
As of mid-2004, XM8 now is undergoing wide-scale testing in several units of US Army, and is receiving a positive feedback.
XM8 status update (September 2005): Following several complains about non-competitive procurement of the XM8 system from Heckler-Koch USA, US Army first opened the bidding for contract to other companies, and then, in the July 2005, suddenly suspended the entire OICW Increment 1 program to re-think the entire set of requirements for the possible replacement of current M16 rifles and M4 carbines. These requirements will be re-viewed as Joint Services effort. At the present time, it seems that development of HK XM8 is suspended; it may be resumed if XM8 suit the new US Joint Service Requirementsfor a new assault rifle system; or, it may not. We will watch this process closely and update this article when new information will be available.
Technical description.
The XM8 is a derivative of the Heckler-Koch G36 assault rifle, and thus it is almost similar to that rifle in design and functioning.XM8 features a short piston stroke, gas operated action, with rotating bolt locking. Barrels are quick detachable, and planned to be available in several sizes, ranging from 229 mm (9.5 inch) for Compact/PDW version, 318mm (12.5 inch)in Basic version, and two 508mm (20in) barrels, one for Sharpshooter/Sniper version, and heavier one (along with bipod) for Squad Automatic Rifle role. The entire construction is modular and built around the polymer receiver with boltgroup; Magazine housings could be easily swapped for compatibility with various types of magazines; various buttstocks could be installed in a second for various roles (standard buttstock is a telescoped 5 position adjustable one).Top of the receiver is fitted with proprietary sight rail, which can accept illuminated red-dot (collimator) sight, or any other type of sighting equipment.Detachable forend will be available in various sizes, and could be replaced withXM320 40mm grenade launcher (the improved HK AG36).
Ambidextrous fire controls are mounted on the trigger unit, integral with pistol grip and triggerguard, and in basic configuration are planned to deliver single shots and full auto fire.TheG36-type ambidextrous charging handle is located at the top of the receiver, below the removable carrying handle.
Sumber : world.guns.ru Read More......
Labels: Weapons
Posted by Fauzi Novaldy at 06.20 0 comments
Pesawat dan Roket Asli Buatan Indonesia
Roket RX-420
Pesawat CN-235 Militer

Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri, (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset. Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia.
Roket RX-420
Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang cerita Pilpres, tetapi di Australia, Singapura, dan juga Malaysia.
Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor.

Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller, cek pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp 50 milyar, apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp 700 trilyun.
Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura, dan Malaysia?
Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama "Nano Satellite" sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India, dan Iran.
Nah kekhawatiran Australia, Singapura, dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos, tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan.
CN-235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura, dan Malaysia sudah lama menyaksikan kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan, tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN-235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.
CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama-sama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan.
CN-235 diluncurkan sebagai kerjasama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerjasama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.
Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988.
Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, C-295
Penjaga Pantai Amerika Serikat / U.S. Coast Guard membeli CN-235 (diberi kode HC-144A) di bawah program pesawat maritim jarak sedang (MRSMPA).
Pesawat HC-144A pertama dikirim EADS CASA ke Lockheed Martin untuk dipasang alat-alat untuk misi maritim pada bulan December 2006.
Pada bulan Agustus 2006, 3 CASA CN-235-10 masih terbang, dua dengan Safair dan satu Tiko Air, kedua-duanya di Afrika.
Asian Spirit juga mengoperasikan CN-235-220 di Filipina (informasi bulan June/July 2007).
Irish Air Corps mengoperasikan dua buah 2 CN-235 untuk patroli maritim.
Variant CN-235

* CN-235-10: Versi awal produksi (15 dibuat oleh masing-masing perusahaan), dengan mesin GE CT7-7A.
* CN-235-100/110: Pada dasarnya seri 10, tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dan nacelles komposit; menggantikan Seri 10 di tahun 1988 sejak produksi ke 31. Seri 100 adalah buatan Spanyol, seri 110 adalah buatan Indonesia, dengan sistem lingkungan, peringatan, dan elektris yang lebih baik.

* CN-235-200/220: Versi yang ditingkatkan. Penguatan struktur untuk mengakomodasi operating weights yang lebih berat, aerodinamis yang lebih baik di leading-edges sayap dan rudder, landasan yang lebih pendek dan peningkatan jarak terbang dengan muatan maksimum. Seri 200 adalah buatan Spanyol, Seri 220 adalah buatan Indonesia.
* CN-235-300: Modifikasi Seri 200/220 oleh CASA dengan menggunakan perangkat avionics Honeywell. Perubahan yang lain mencakup tekanan udara di dalam pesawat yang lebih baik dan menyediakan ruang untuk dua nosewheel.

* CN-235-330 Phoenix: Modifikasi Seri 200/220 oleh IPTN dengan menggunakan perangkat avionics Honeywell ARL-2002 EW dan 16.800 kg/37.037 lb MTOW. Pesawat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan Project Air 5190 untuk pesawat angkut taktis Angkatan Udara Australia. Program CN-235-330 dibatalkan pada tahun 1998 karena masalah keuangan.
* CN-235 MPA: Versi patroli maritim

Perseteruan Dalam Negeri
Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM, dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN-235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN-235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN-235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang lainnya dari perairan Indonesia.
Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri, terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya, para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat, tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.
Sumber : www.whooila.com
Posted by Fauzi Novaldy at 04.44 0 comments
12 Rahasia Tentang Kartun Doraemon
Siapa sih yg nggak kenal Doraemon? Tokoh titular robot kucing yg lucu & menggemaskan ini memang sdh jadi sebuah sosok "Lintas Generasi." Sy tanya sama Nenek, Ibu, Om, Tante, dll dari saya saja.. semua segera tahu dan tanggap plus pasang senyum sumringah kalau ditanya atau suruh membahas soal tokoh anime/manga besutan duo Fujiko Fujio ini.
Nah... selama ini, sebagai seorang Doramaniac (istilah yg aneh, memang), saya kira selama ini saya sudah tahu hampir segala hal mengenai Doraemon... namun ternyata tidak! Bgmn dgn anda sekalian? Yuk, mari kita uji pengetahuan Anda di mengenai si robot kucing biru ini dgn beberapa fakta2 menarik mengenai Doraemon yg saya kumpulkan dari berbagai sumber...
1. Apakah arti nama 'Doraemon'?
Nama Doraemon sebenarnya diciptakan dari 2 patah kata: Dora & Emon. Dora adalah semacam plesetan dari "Nora" yg berasal dari "Nora-Neko" yakni stray cat. Emon adalah semacam kata tambahan tradisional untuk nama dari manusia atau binatang yg berjenis kelamin laki-laki, misalnya Ishikawa Goemon.
Secara harafiah, nama Doraemon bisa diartikan 'Stray male cat' (kucing liar jantan)
Dora sebenarnya bisa juga berarti 'gong' (inilah 'dora' yg dipakai dalam nama kue dorayaki)... Meski bukan itu 'dora' yg dipakai di nama Doraemon... namun ini menjadi semacam plesetan, di mana tubuh Doraemon memang bundar-bundar seperti gong.
2. Apa kode produksi dari Doraemon?
Ya! Doraemon memiliki kode produksi ternyata, yakni MS-903. Ini adalah nama asli Doraemon sebagai robot, & dengan nama inilah ia dipanggil oleh sang pemilik pabrik robot di mana ia diproduksi.
Nama ini disebutkan dalam episode ulang tahun Doraemon tahun 2007.
3. Kapan Doraemon Selesai Diproduksi ?
3 September 2112 adalah tanggal di mana Doraemon selesai diproduksi
4. Apa angka keberuntungan dari Doraemon?
1293
Doraemon memiliki berat 129,3 kg (285 lbs) & tingginya 129,3 cm (4'3 "). Ia bisa berlari sampai 129,3 km / jam (80,3 mph) ketika ketakutan & melompat 129,3 cm (424,2 kaki) ketika terancam bahaya. Kekuatan maksimumnya 129,3 bhp. Lingkar pergelangan tangannya 129,3 mm. lingkar kepalanya & lingkar da&ya adalah 129,3 cm. Kakinya berdiameter 129,3 mm. Ia diproduksi pada September 3, 2112 (lagi-lagi 12/9/3), di Pabrik Robot Matsushiba.
5. Siapa mantan pacar Doraemon di abad 22?
Noramyako. Ia disebutkan di Bonus Data-Data Doraemon di Tankoubon volume 11. Noramyako memutuskan Doraemon gara2 Doraemon dirasa terlalu pendek untuknya (setelah kupingnya putus digigit tikus).
6. Apa warna asli Doraemon?
Warna cat asli Doraemon adalah kuning. Setelah tahu bahwa telinganya digigit tikus, ia dalam depresi, menyelinap ke atas menara, di mana ia minum ramuan berlabel "kesedihan". Ketika ia menangis, warna kuningnya luntur & suaranya berubah karena ramuan tsb.

Doraemon pandai bahasa Inggris, karena paham istilah bahasa Inggris 'In Blue' yg artinya 'sedang sedih'
7.Apakah Doraemon Sekolah ?
Ya. Menurut serial spin-off dari Doraemon 'The Doraemons', nama sekolah dari Doraemon sederhana saja, yakni Robot School
8.Siapa Nama Gurunya Nobita yang sering marah -marahi nobita ?
Tokoh Pak Guru ygsebenarnya juga sangat mencemaskan Nobita (tapi dasar Si Nobita males2an aja, jadi ya...) ini memang sebenarnya dari awal tidak mempunyai nama & hanya disebut Sensei aja. Namun, pada versi yg diputar di Nihon Television, ia diberi nama asli "Ganari"
9. Kenapa Doraemon Dan Dorami Dikatakan Saudara ?

Ini menjadi misteri yang menarik... mengapa Doraemon dan Dorami disebut sebagai kakak beradik?
Ternyata, karena mereka berdua 'dilahirkan' dari satu tangki minyak yang sama...dan 'Doraemon' lahir lebih dahulu dari Dorami (2 tahun lebih tua), sehingga ia disebut 'kakak', kemudian Dorami juga disewa oleh keluarga Sewashi setelah Doraemon, sehingga ia disebut 'adik.'
10. Kenapa Dorami Lebih Hebat Daripada Doraemon ?
Menurut data, Dorami lebih hebat dari Doraemon... Dorami mampu menghasilkan energi sebesar 10000 tenaga kuda, silakan bandingkan dengan Doraemon yang hanya bisa mengeluarkan sebesar 129.3 tenaga kuda (angka hokinya Doraemon nih )
Tapi kalau 'lebih popular yang mana...?', saya rasa anda tau sendiri lah
11.Asal Mula Munculnya Dorami Dalam Kehidupan Nobita ?
Dorami sebenarnya tidak langsung muncul dalam keluarga Nobita, namun di keluarga cicit-cicitnya Nobita di abad 22 yakni Sewashi. Dorami dibeli untuk menggantikan Doraemon, yang dikirim untuk menemani Nobita. Yang memiliki Dorami adalah Sewashi dan yang mengirim Dorami (dan Doraemon) juga Sewashi. Dorami biasanya dikirim untuk menggantikan tugas Doraemon menjaga Nobita apabila Doraemon sedang dalam urusan penting sehingga ia tidak bisa menemani Nobita, misalnya saat ia harus di-tune up di pabrik.
12.Kenapa Doraemon Takut Sama Tikus ?
Doraemon takut sama tikus karena trauma sebab kuping robotnya digerigiti robot tikus juga saat ia tidur siang...tapi saya yakin bukan ini jawaban yang dicari
Mengapa'harus' takut sama tikus? Jawabannya mungkin agak tidak bermutu dan sama sekali BUKAN fakta, hanya sekedar opini saya: ya karena Fujiko Fujio maunya begitu.
Was I joking? No, seriously! Fujiko Fujio terkenal dengan imajinasi mereka yang tinggi bahkan di karya2 mereka selain Doraemon. Mereka gemar menciptakan unsur2 humor segar yang bahkan belum pernah dikemukakan di zaman itu. Anggaplah mereka ini JK Rowling-nya Jepang di zaman baheula.
Dengan dasar pikiran begitu...saya hanya menebak-nebak bahwa duo Fujiko Fujio tahu, bahwa dengan menciptakan reversed hunting (tikus menakuti kucing, kucing menakuti anjing, manusia menakuti hantu) sebagai running gag di Doraemon... maka akan menambah unsur komedi yang ajeg di serial ini, sekaligus mempertinggi kesan bahwa Doraemon adalah robot yang 'adorable' dan tidak berbahaya bagi manusia sebab ia toh takut dengan hanya....tikus, mangsa alaminya.
sumber: www.whooila.com
Posted by Fauzi Novaldy at 04.32 0 comments
Minggu, 28 November 2010
Unforgivable Moment
Gw ceritain pengalaman gw sejak tinggal di Bandung.
Dalam hari pertama gw punya beberapa temen, yaitu Kemal, Gilang, Pradipta, Gio, dan Anto.
pas mau ke sekolah
waktu itu gw dianter ortu ke sekolah.
dan gw kaget liat di depan sekolah gw
Bandung Supermal
Labels: Experience
Posted by Fauzi Novaldy at 05.15 0 comments
Selasa, 23 November 2010
Hal yang tak terduga
hai, gw mau ceritain pengalaman gw gak lama ini.
entah apa yang merasukin si Geby nunjukin fotonya.
terus gw bingung
gw : "kenapa? ada yang lucu?"
terus dia zoom dan hasilnya
Labels: Experience
Posted by Fauzi Novaldy at 06.23 0 comments
Jumat, 19 November 2010
Linkin Park - The Catalyst
God bless us every one
We're a broken people living under loaded gun
And it can't be outfought
It can't be outdone
It can't be outmatched
It can't be outrun
No
And when I close my eyes tonight
To symphonies of blinding light
(God bless us every one / we're a broken people living under loaded gun)
Oh / like memories in cold decay
Transmissions echoing away
Far from the world of you and I
Where oceans bleed into the sky
God save us every one
Will we burn inside the fires of a thousand suns
For the sins of our hand
The sins of our tongue
The sins of our father
The sins of our young
No
And when I close my eyes tonight
To symphonies of blinding light
(God save us every one / will we burn inside the fires of a thousand suns)
Oh / like memories in cold decay
Transmissions echoing away
Far from the world of you and I
Where oceans bleed into the sky
Lift me up
Let me go
Labels: Lyric
Posted by Fauzi Novaldy at 05.39 0 comments




